INDRAMAYU — Personel Koramil 1607/Sliyeg bersama petugas pengairan, Raksa Bumi, dan para petani melaksanakan karya bakti memperbaiki tanggul Sungai Sondol atau Saluran SO 8 yang jebol di wilayah Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Perbaikan dilakukan untuk memulihkan aliran irigasi menuju areal persawahan di Desa Sliyeg Lor, Tugu, dan Longok, terutama dalam mendukung kebutuhan air pada Musim Tanam Sadon 2026.
Kegiatan dipimpin Serka Dadan Wahyudin dari Koramil 1607/Sliyeg dan melibatkan unsur pengairan, perwakilan Raksa Bumi dari ketiga desa, serta para petani.
Turut hadir Raksa Bumi Desa Sliyeg Lor, Suwandi; Raksa Bumi Desa Tugu, Wasir; perwakilan Raksa Bumi Desa Longok; serta petugas pengamat pengairan, Wahyu.
Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, para peserta bergotong royong menutup bagian tanggul yang rusak dan memperkuat titik-titik rawan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat segera menormalkan aliran air sehingga kebutuhan irigasi lahan pertanian tetap terpenuhi.
Serka Dadan Wahyudin mengatakan bahwa kelancaran irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam.
“Kelancaran irigasi merupakan kunci keberhasilan pertanian. Melalui gotong royong ini, kami bersama petugas pengairan dan para petani berupaya memastikan pasokan air tetap mengalir ke lahan pertanian sehingga musim tanam dapat berjalan dengan baik, ” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaan.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam mengatasi persoalan di lapangan. Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat dan mendukung program ketahanan pangan, ” katanya.
Petugas pengamat pengairan, Wahyu, menyampaikan bahwa perbaikan perlu dilakukan secepatnya untuk mencegah terganggunya distribusi air ke areal persawahan.
“Tanggul yang rusak harus segera ditangani agar aliran air dapat kembali normal. Kami mengapresiasi keterlibatan Babinsa, Raksa Bumi, dan para petani yang bersama-sama melakukan perbaikan, ” tuturnya.
Raksa Bumi Desa Sliyeg Lor, Suwandi, mengatakan bahwa keberadaan Saluran SO 8 sangat penting bagi aktivitas pertanian warga.
“Saluran ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian di beberapa desa. Dengan perbaikan secara gotong royong, kami berharap kebutuhan air para petani selama musim tanam tetap terpenuhi, ” ujarnya.
Danramil 1607/Sliyeg, Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom., mengapresiasi kolaborasi seluruh unsur dalam menangani kerusakan tanggul tersebut.
“Gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dipelihara. Sinergi antara TNI, pemerintah, pengelola irigasi, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk menjaga infrastruktur pengairan yang vital bagi pertanian, ” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Koramil 1607/Sliyeg akan terus mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
“Koramil melalui para Babinsa akan terus hadir membantu masyarakat. Kami berharap perbaikan ini dapat menjaga kelancaran pasokan air dan mendukung keberhasilan musim tanam para petani, ” katanya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Karya bakti tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga infrastruktur pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu. (PERS)

15 hours ago
2
















































