Panen Melimpah di Balik Tembok, Warga Binaan Lapas Narkotika Purwokerto Sukses Budidayakan Caisim, Kangkung, dan Terong

1 week ago 4

Purwokerto – Semangat pembinaan dan produktivitas terus tumbuh di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, warga binaan kembali berhasil melaksanakan panen sayuran berupa caisim, kangkung, dan terong yang dibudidayakan di area lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (25/5/2026).

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Ilham Saputra Halilintar, bersama staf kegiatan kerja dan warga binaan peserta pembinaan. Panen kali ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas rutin, tetapi juga menghasilkan manfaat yang nyata dan produktif.

Sejak tahap pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen, seluruh kegiatan dilakukan secara langsung oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, warga binaan mampu menghasilkan berbagai jenis sayuran dengan kualitas yang baik.

Suasana penuh antusias dan kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga binaan bersama petugas saling bekerja sama memanen hasil pertanian yang telah dirawat selama beberapa waktu terakhir. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.

Ilham, menyampaikan bahwa program pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Narkotika Purwokerto sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan dibekali keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat. Selain itu, hasil panen juga membantu mendukung kebutuhan dapur Lapas serta menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan, ” ujarnya.

Program pembinaan pertanian ini mendapat respons positif dari warga binaan karena memberikan aktivitas yang produktif dan bermanfaat. Mereka merasa memperoleh pengalaman baru sekaligus termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap kembali berbaur di tengah masyarakat.

Keberhasilan panen caisim, kangkung, dan terong ini menjadi gambaran bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan kerja dan kemandirian sebagai langkah nyata mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

(Humas Elkapur)

Read Entire Article
Pertanian | | | |