Musim Tanam Kemarau Berbuah Manis, Muhiddin: Produksi Padi Pangkep Diprediksi Capai Nilai Rp571,2 Miliar

1 day ago 9

PANGKEP – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan. Pada musim tanam kedua (MT 2) tahun 2026 atau musim tanam kemarau, produksi padi diprediksi memberikan nilai ekonomi yang sangat besar bagi daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Muhiddin R., S.Hut., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026), mengatakan bahwa nilai produksi padi pada MT 2 tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp571, 2 miliar.

Menurut Muhiddin, perhitungan tersebut didasarkan pada luas tanam sekitar 14.000 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 6 ton gabah per hektare dan harga gabah sebesar Rp6.800 per kilogram. Dengan capaian tersebut, sektor pertanian kembali menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat Pangkep.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan musim tanam kali ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama para petani dalam mempercepat pelaksanaan tanam pada musim kemarau.

Selain itu, dukungan ketersediaan air irigasi yang berjalan lancar menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman padi hingga memasuki masa panen.

Dinas Pertanian Pangkep juga menyiapkan program pompanisasi di sejumlah wilayah pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap keterbatasan air selama musim kemarau. Program tersebut dinilai sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan.

"Alhamdulillah, berbagai upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Sebagian besar petani kini sudah mulai memanen padinya dengan hasil yang cukup menggembirakan, " ujar Muhiddin.

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, yang terus mendorong pembinaan dan pendampingan kepada petani agar mampu meningkatkan produksi pangan.

Menurutnya, kebijakan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Muhiddin berharap semangat para petani tetap terjaga sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat pada musim tanam berikutnya. Ia juga mengajak petani untuk terus memanfaatkan teknologi pertanian dan menjaga pola tanam yang baik.

Keberhasilan musim tanam MT 2 tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Pemerintah Kabupaten Pangkep optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan petani, sektor pertanian akan terus berkembang menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan nasional. ( Herman Djide)

Read Entire Article
Pertanian | | | |