SMP Persada Insan Nusantara, Panen Cabai, Panen Jiwa Santripreneur!

19 hours ago 2

SOKARAJA — Belajar tak selalu harus duduk di ruang kelas. Dari tanah yang subur, tangan yang bekerja, dan tanaman yang tumbuh, ilmu pun dapat dipetik menjadi pengalaman berharga. Semangat itulah yang hadir dalam Panen Edukasi Kokurikuler Santripreneur SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja di PT Sultan Farming Indonesia, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–09.30 WIB tersebut menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi peserta didik kelas 7 dan 8. Melalui program kokurikuler Santripreneur yang dilaksanakan dua kali dalam satu semester, para siswa diajak mengenal budidaya hingga memanen cabai secara langsung.

Kegiatan diawali pembekalan oleh Kepala SMP Persada Insan Nusantara, Mohammad Husain, S.Pd., M.Si., dilanjutkan materi oleh Pembina Santripreneur dan Kewirausahaan, Yesi Dyah Septiani, S.P. Peserta didik mendapat pengantar tentang tanaman cabai, tata cara memanen yang benar, kemudian menuju kebun untuk mempraktikkannya dengan pendampingan.

Cabai yang telah dipetik kemudian dikumpulkan dan dirapikan. Kegiatan ditutup dengan refleksi dan penyampaian kesan peserta didik. Pembelajaran pun terasa lebih hidup karena teori tidak berhenti di buku, tetapi hadir dalam pengalaman nyata.

Mohammad Husain menegaskan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di mana saja, termasuk di luar kelas melalui kegiatan Santripreneur. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan keterampilan praktik, kemandirian, tanggung jawab, jiwa kewirausahaan, serta kecintaan peserta didik terhadap dunia pertanian.

“Pembelajaran tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Melalui Santripreneur, peserta didik dapat belajar langsung dari kehidupan dan lingkungan di sekitarnya, ” ungkapnya. 

Keceriaan pun terpancar dari para peserta. Thalita, siswi kelas 8, mengaku kegiatan panen cabai sangat asik dan menyenangkan. Ia senang dapat memanen langsung di kebun, terlebih melihat cabai yang disebutnya “gendut-gendut”.

Panen itu akhirnya bukan sekadar memetik cabai. Ia menjadi ikhtiar menanam karakter: tangan belajar bekerja, mata belajar melihat peluang, dan hati belajar mensyukuri rezeki dari bumi.

Sebuah pembelajaran sederhana yang diharapkan kelak tumbuh menjadi benih kemandirian dan jiwa kewirausahaan generasi muda.

(Riska/Djarmanto-YF2DOI)

Read Entire Article
Pertanian | | | |