MAGETAN – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Magetan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan panen hortikultura. Pada Senin (03/08), Rutan Magetan melaksanakan panen sawi, terong, dan kangkung yang dibudidayakan di lahan brandgang rutan sebagai bagian dari program pembinaan pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan panen melibatkan empat orang Warga Binaan di bawah pengawasan petugas. Panen diawali dengan pemetikan sawi, dilanjutkan panen terong, kemudian diakhiri dengan panen kangkung. Dari kegiatan tersebut diperoleh hasil panen sebanyak 22 kilogram sawi, 41 kilogram terong, dan 28 kilogram kangkung.

Program budidaya hortikultura ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata Rutan Magetan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
Bertepatan dengan kegiatan panen, Rutan Magetan juga menerima kunjungan tiga orang petugas dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHP) Kabupaten Magetan dalam rangka melaksanakan survei lapangan sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama yang telah disepakati sebelumnya. Survei tersebut dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Program Penyuluhan dan Pelatihan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan bagi Warga Binaan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Dinas TPHP turut diajak mengikuti proses panen secara langsung. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara nyata potensi lahan, sistem budidaya yang telah berjalan, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan materi pelatihan yang akan diberikan kepada Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial AS mengaku bersyukur dapat mengikuti program pembinaan pertanian yang diselenggarakan oleh Rutan Magetan.
"Kami senang diberi kesempatan belajar bercocok tanam secara langsung. Dari kegiatan ini kami tidak hanya mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang semoga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti, " ungkap AS.
Sementara itu, salah satu petugas Dinas TPHP Kabupaten Magetan, Gangsar Mulyono, menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan lahan yang dimiliki Rutan Magetan memiliki potensi yang baik untuk mendukung pelaksanaan program pelatihan.
"Melalui survei ini kami melihat kondisi lahan sekaligus kesiapan sarana yang tersedia. Potensi yang ada cukup baik untuk dijadikan lokasi penyuluhan dan pelatihan tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Harapannya, pelatihan nantinya dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan di bidang pertanian, " jelas Gangsar.

Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu prioritas yang terus dikembangkan di Rutan Magetan melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan kolaborasi dengan berbagai instansi.
"Kami berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif kini mampu menghasilkan komoditas hortikultura sekaligus menjadi media pembelajaran. Sinergi dengan Dinas TPHP Kabupaten Magetan juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan melalui program penyuluhan dan pelatihan yang lebih terarah. Dengan demikian, Warga Binaan diharapkan memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kembali hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat, " ujar Ari.

Melalui kegiatan panen yang dipadukan dengan survei lapangan tersebut, Rutan Magetan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pembinaan yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan Warga Binaan, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara optimal. (Humas Rutan Magetan)

1 day ago
9
















































