Musim Kemarau, Hasil Panen Padi di Tanete Riaja Barru Anjlok hingga 50 Persen

6 hours ago 2

BARRU – Musim kemarau mulai berdampak terhadap hasil produksi padi petani di Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Petani yang melakukan panen pada awal Agustus 2026 mengaku mengalami penurunan hasil yang cukup signifikan dibandingkan musim panen sebelumnya.

Penurunan produksi bahkan disebut mencapai sekitar 50 persen. Kondisi tersebut dirasakan sejumlah petani yang saat ini tengah melakukan panen pada musim tanam kedua tahun 2026.

Dari hasil perbincangan dengan sejumlah petani setempat, berkurangnya hasil panen terutama disebabkan oleh keterbatasan air selama proses pertumbuhan tanaman padi. Memasuki musim kemarau, pasokan air ke lahan pertanian mulai berkurang sehingga tanaman tidak tumbuh secara optimal.

“Yang lalu dapat 10 karung, sementara panen bulan Agustus ini hanya dapat 5 karung. Hampir rata-rata petani mengalami seperti ini, ” ungkap salah seorang petani saat berbincang dengan awak media. Sabtu (08/8/2026)

Menurut petani, kondisi tersebut cukup berbeda dibandingkan dengan panen sebelumnya. Jika pada musim panen lalu hasil yang diperoleh masih relatif tinggi, pada panen kali ini produksi mengalami penurunan drastis.

Kekurangan air dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi produktivitas tanaman. Kondisi lahan yang mulai mengering membuat pertumbuhan tanaman padi tidak maksimal dan pada akhirnya berdampak terhadap jumlah hasil yang diperoleh saat panen.

Para petani setempat juga mengaitkan kondisi tersebut dengan masuknya musim kemarau dan dugaan dampak fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi cuaca lebih kering.

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi petani, khususnya dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan selama musim kemarau.

Petani juga berharap adanya langkah antisipasi agar dampak kekeringan terhadap produksi padi tidak semakin meluas, mengingat sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, harapan besar petani yang memiliki sawah tadah hujan agar ada perhatian pemerintah untuk membangunkan irigasi atau sumur tanah dalam di wilayah kecamatan Tanete Riaja agar mereka bisa menghasilkan padi dua kali setahun untuk mencukupi kebutuhan berasnya. 

(red-jni)

Read Entire Article
Pertanian | | | |