Babinsa Oman Somantri Tingkatkan Kualitas Kopi Lokal Lewat Pelatihan

13 hours ago 5

BANDUNG - Di tengah sejuknya udara Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 09 Juni 2026, sebuah pertemuan penuh makna terjadi. Serka Oman Somantri, sosok Babinsa dari Koramil 2416/Pacet Kodim 0624/Kab Bandung, tak sendiri. Ia merangkul empat petani kopi kecil, berbagi pengalaman berharga yang diharapkan mampu mendongkrak nilai jual komoditas andalan mereka.

Fokus utama pertemuan ini adalah mengupas tuntas cara mengolah biji kopi ceri, buah kopi segar, agar memiliki daya jual yang tinggi. Prosesnya pun dijabarkan secara rinci, mulai dari tahapan krusial panen, seleksi buah, pengupasan kulit, hingga proses pengeringan yang menentukan kualitas akhir.

"Proses panen itu kunci pertama. Kita harus petik hanya buah ceri kopi yang sudah matang sempurna, yang biasanya ditandai dengan warna merah tua atau oranye cerah, " ujar Serka Oman Somantri, mengawali penjelasannya dengan penuh semangat. Ia menekankan pentingnya ketelitian di setiap langkah.

Selanjutnya, ia menjelaskan metode 'merambang', di mana buah ceri kopi direndam dalam air. "Buah yang mengapung itu berarti cacat atau belum matang, jadi kita buang. Yang tenggelam, nah, itu yang berpotensi kita olah lebih lanjut, " jelasnya.

Tahap pengupasan kulit atau pulping pun tak luput dari perhatian. Menggunakan mesin pulper atau cara manual, kulit luar buah ceri dikupas, meninggalkan biji yang masih terbalut lendir. Lendir ini kemudian diurai melalui proses fermentasi selama 10 hingga 24 jam dalam rendaman air bersih.

"Setelah fermentasi, biji kopi dicuci sampai benar-benar bersih dan kesat. Ini penting agar tidak ada sisa lendir yang bisa mempengaruhi rasa, " imbuhnya.

Puncak dari proses pengolahan ini adalah pengeringan. Serka Oman Somantri menekankan pentingnya menjemur biji kopi di atas rak atau bedengan, bukan langsung di tanah. Tujuannya agar kadar air mencapai 11%, yang biasanya memakan waktu 10 hingga 15 hari.

Kegiatan ini bukan sekadar berbagi ilmu, melainkan bagian dari tugas Babinsa yang senantiasa berada di tengah masyarakat. "Kami hadir untuk memberikan motivasi, membina masyarakat, sekaligus menyerap informasi perkembangan di wilayah binaan kami, baik dari sisi geografis, demografi, maupun kondisi sosial, " ungkap Serka Oman Somantri. Ia meyakini, sinergi seperti inilah yang menciptakan kesinambungan antara TNI dan rakyat, membangun daerah dari akar rumput.

Read Entire Article
Pertanian | | | |