Petani di Barru Keluhkan Harga Jagung, Jauh di Bawah HPP

1 day ago 12

BARRU – Petani jagung di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mengeluhkan rendahnya harga jual jagung di tingkat pengepul yang dinilai jauh di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang petani di Kecamatan Tanete Riaja berinisial H.U kepada media ini, Jumat (6/3/2026). Ia mengatakan jagung miliknya yang telah dikeringkan selama dua hari hanya dibeli oleh pedagang dengan harga Rp4.000 per kilogram.

“Pedagang beli punya saya hanya Rp4.000 per kilo untuk jagung jenis BISI 1. Kalau jagung Maxi kemungkinan hanya Rp3.500, ” ungkapnya.

Menurutnya, harga tersebut tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipil kering di tingkat petani sebesar Rp5.500 per kilogram.

Kebijakan HPP tersebut mulai diberlakukan sejak Februari 2025 dan berlanjut hingga tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi pasar.

Namun di lapangan, petani mengaku belum merasakan dampak dari kebijakan tersebut. Harga yang diterima masih jauh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah.

Petani berharap adanya pengawasan yang lebih serius dari pemerintah agar harga jagung di tingkat petani tetap stabil. Selain itu, peran lembaga pemerintah seperti Perum Bulog diharapkan dapat lebih aktif dalam menyerap hasil panen petani guna menjaga harga tetap sesuai dengan HPP.

Jika kondisi ini terus berlangsung, para petani khawatir keuntungan dari hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat.

(red)

Read Entire Article
Pertanian | | | |