Ketergantungan Urea Membelenggu Petani, Herman Djide: Jalan Bertahap Menuju Sawah Sehat Mulai Didorong

4 days ago 13

PANGKEP SULSEL - Selama bertahun-tahun, petani padi di berbagai daerah sangat bergantung pada pupuk urea dan pupuk kimia lainnya. Tanpa pupuk tersebut, tanaman padi sering dianggap tidak mampu tumbuh optimal, bahkan kerdil dan kurang subur. Kondisi ini bukan semata kesalahan petani, melainkan dampak penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus yang membuat tanah kehilangan kesuburan alaminya.

Ketergantungan tersebut kini mulai menjadi perhatian serius, terutama karena harga pupuk yang fluktuatif dan ketersediaannya yang kerap terbatas. Selain itu, penggunaan pupuk kimia berlebihan juga berdampak pada kerusakan struktur tanah, menurunnya mikroorganisme tanah, serta meningkatnya biaya produksi pertanian yang membebani petani kecil.

Sejumlah praktisi pertanian mendorong solusi bertahap agar petani tidak langsung menghentikan penggunaan urea, melainkan menguranginya secara perlahan sambil memulihkan kesuburan tanah. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan pupuk organik matang, pupuk hayati, serta pengolahan jerami sisa panen agar kembali menjadi sumber unsur hara alami bagi sawah.

Selain itu, pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dan tanaman pengikat nitrogen seperti azolla mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti sebagian fungsi urea. Pengaturan pola air sawah secara bergilir juga dinilai penting untuk menjaga kehidupan mikroba tanah dan memperkuat perakaran padi, sehingga tanaman lebih sehat dan tahan terhadap hama.

Meski pada awal penerapan hasil panen berpotensi menurun tipis, dalam jangka menengah petani justru diuntungkan karena biaya produksi lebih rendah dan tanah kembali subur. Upaya ini diharapkan menjadi jalan keluar yang berkelanjutan, agar petani tidak lagi terjebak pada ketergantungan pupuk kimia, melainkan mampu berdiri mandiri dengan sawah yang sehat dan produktif.

Ketergantungan pada urea itu bukan salah petani—karena tanah sudah “dibiasakan” kimia selama puluhan tahun. Tapi bisa diantisipasi dan dipulihkan, asal bertahap dan konsisten. Saya jelaskan cara realistis di lapangan, bukan teori saja.

1️⃣ Pahami dulu masalah utamanya

Tanah yang lama pakai urea:

Mikroorganisme tanah mati

Struktur tanah keras (seperti “tanah mati”)

Padi tergantung nitrogen instan

➡️ Kalau urea langsung dihentikan total, padi pasti kerdil. Jadi tidak boleh putus mendadak.

2️⃣ Strategi kunci: Kurangi urea, bukan hentikan langsung

Tahap aman:

Musim tanam 1: kurangi urea 30–40%

Musim tanam 2: kurangi lagi 50–60%

Musim tanam 3: bisa tanpa urea

Sambil itu, tanah dipulihkan.

3️⃣ Bangkitkan “nyawa” tanah dengan pupuk organik aktif

Bukan sekadar pupuk kandang mentah.

Yang efektif: ✅ Pupuk organik matang (kompos jerami, kotoran sapi/kambing)

✅ Pupuk hayati (mikroba pengikat N & pelarut P)

✅ MOL (Mikroorganisme Lokal) dari:

Bonggol pisang

Air cucian beras

Gula merah

EM4 (opsional)

👉 Ini yang bikin padi tetap hijau tanpa urea.

4️⃣ Jerami jangan dibakar, itu “emas” sawah

Jerami mengandung:

Nitrogen

Kalium

Silika (batang padi kuat, tidak rebah)

Cara:

Jerami dicacah

Siram MOL / EM4

Tutup lumpur tipis ⏳ 10–14 hari sebelum tanam

5️⃣ Tanaman pengganti urea alami (sangat penting)

Tanam: 🌿 Azolla di sawah

Mengikat nitrogen dari udara

Bisa menggantikan 40–60% urea

🌿 Kacang-kacangan (sisipan atau rotasi tanam)

Kedelai, kacang hijau setelah panen padi

6️⃣ Air sawah jangan terus tergenang

Kesalahan umum: ❌ Air tinggi terus → tanah anaerob → mikroba mati

Cara benar:

Sistem basah–kering bergilir

Sawah dikeringkan 3–5 hari lalu dialiri lagi

➡️ Akar padi kuat, mikroba hidup, serapan nutrisi maksimal.

7️⃣ Padi organik bukan kurus, tapi “kuat”

Ciri padi tanpa urea: ✔️ Daun hijau segar (bukan hijau tua berlebihan) ✔️ Batang tebal ✔️ Akar panjang ✔️ Tahan hama ✔️ Gabah bernas

Awalnya hasil mungkin turun 5–10%,

tapi musim ke-3: 📈 Biaya turun drastis 📈 Hasil stabil bahkan naik

8️⃣ Kunci sukses: petani harus kompak satu hamparan

Kalau satu sawah organik, sebelahnya masih kimia berat:

Hama pindah

Air tercemar ➡️ hasil tidak maksimal

👉 Minimal satu kelompok tani bergerak bersama.

Kesimpulan singkat

Bukan padi yang tergantung urea, tapi tanah yang “sakit”.

Kalau tanah disembuhkan, padi akan subur tanpa pupuk kimia.

Kalau mau, saya bisa:

Buatkan panduan praktis 1 musim tanam

Skema hemat biaya pupuk

Bahan edukasi ringan untuk Reels / Facebook petani

Atau contoh MOL murah dari bahan desa

Pangkep 30 Januari 2026

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 

Read Entire Article
Pertanian | | | |