LANNY JAYA - Di bawah mentari Papua Pegunungan yang hangat, lereng perbukitan Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, menjadi saksi bisu kebersamaan yang terjalin. Jumat (27/2/2026), para prajurit gagah berani dari Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) tak ragu membaur dengan warga, mengayunkan cangkul bersama di lahan pertanian. Kegiatan karya bakti ini bukan sekadar tugas, melainkan denyut nadi pembinaan teritorial yang mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat.
Dengan sepatu boot yang setia melapisi tanah lembap dan seragam yang menampung tetes keringat, para prajurit dengan sigap membersihkan gulma liar, menggemburkan tanah yang subur, dan merapikan setiap jengkal lahan yang kelak akan menjadi ladang penghidupan. Medan yang menantang, dengan kontur perbukitan dan tanah yang basah, justru semakin membakar semangat kolaborasi yang mengalir hangat di antara mereka.
Lebih dari sekadar gotong royong biasa, setiap ayunan cangkul yang dilakukan adalah investasi harapan. Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap upaya warga dalam meningkatkan hasil panen, sebuah simbol kolaborasi yang menanamkan optimisme untuk masa depan yang lebih sejahtera. Kegembiraan terpancar jelas di wajah para petani Wamitu.
“Keberadaan kami di sini bukan hanya melaksanakan tugas pengamanan, tetapi juga membantu dan menjadi bagian dari masyarakat. Apa yang dirasakan warga, itu juga yang kami rasakan. Semoga kebersamaan ini membawa manfaat nyata dan mempererat silaturahmi, ” ujar Danpos TK Wamitu, Kapten Inf Indra, Jumat (27/2/2026).
Menurut Kapten Inf Indra, komunikasi sosial dan karya bakti menjadi kunci efektif dalam membangun rasa saling percaya sekaligus menjaga stabilitas wilayah. Pendekatan yang humanis, katanya, sangat penting untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, terutama di daerah pegunungan dengan segala keunikan geografisnya.
Sambutan positif datang dari warga Kampung Wamitu. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan prajurit yang turut mengolah lahan pertanian mereka. Perhatian dan dukungan ini, ujar mereka, sangat berarti dalam menghadapi kesulitan menggarap tanah di lereng-lereng bukit.
Di tengah keindahan alam Papua Pegunungan yang memukau, ladang Wamitu menjadi panggung bagi sebuah kisah pengabdian yang menyentuh. Ini adalah bukti nyata bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang garis pertahanan, tetapi juga tentang menyatu dalam keringat dan harapan bersama rakyat.

2 days ago
4

















































