Bupati Kediri Genjot Pengairan Lahan Pertanian Hadapi Musim Kemarau

9 hours ago 5

KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tak tinggal diam menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Berbagai langkah strategis diluncurkan untuk memastikan lahan pertanian di Kabupaten Kediri tetap terairi, menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan program prioritas Bupati Dhito. Upaya serius dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani.

Menyadari dampak krusial musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kediri secara proaktif menjalin sinergi erat dengan Pertamina dan PLN. Kolaborasi dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar subsidi yang sangat dibutuhkan petani, sementara dengan PLN, fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk program 'listrik masuk sawah' melalui pemasangan sumur submersible.

"Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi, bahwasanya terkait dengan kebutuhan solar ini, kami minta untuk petani diprioritaskan. Dengan PLN juga, terkait program sumur submersible itu karena butuh listrik besar, " ujar Sukadi usai acara penyaluran bantuan benih jagung pada 30 Juni 2026.

Proses pengurusan surat rekomendasi untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya solar, kini dibuat lebih ringkas. Petani tidak perlu lagi repot mengurus langsung ke Dispertabun. Kini, mereka cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan membantu memfasilitasi pengurusan rekomendasi hingga ke Dispertabun.

"Rekom dari kami, hari itu juga kita akan kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari, mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi, " jelas Sukadi, menekankan efisiensi proses yang kini hanya memakan waktu sehari.

Meskipun dipercepat, pengawasan ketat tetap diberlakukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, yang peruntukannya adalah untuk diesel pompa air dan operasional Alat Mesin Pertanian (Alsintan) lainnya. Lebih lanjut, sebagai upaya konkret membantu pengairan lahan, pada tahun 2026 ini direncanakan pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang bersumber dari anggaran pusat maupun daerah, diperuntukkan bagi kelompok-kelompok tani. "Kami dengan PLN Kediri maupun Mojokerto kami selalu berkomunikasi, berkoordinasi terkait kebutuhan petani masalah listrik untuk diprioritaskan, " tambahnya.

Selain memastikan ketersediaan air dan BBM, Pemerintah Kabupaten Kediri juga berupaya menekan biaya produksi petani melalui pemberian bantuan benih. Tahun ini, sebanyak 200 ton benih jagung telah disalurkan, mencakup luasan lahan seluas 13.300 hektare.

Saat sesi penyaluran simbolis kepada kelompok tani di akhir Juni 2026, Bupati Kediri, yang akrab disapa Mas Dhito, kembali menegaskan komitmennya. "Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja, " ungkap Mas Dhito, mengisyaratkan adanya bantuan Alsintan lanjutan yang akan segera disalurkan.(adv/PKP)

Read Entire Article
Pertanian | | | |