MAGELANG – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pancuranmas Jaya, Kecamatan Secang, berhasil melaksanakan panen padi tahap pertama pada Kamis (05/03/2026). Langkah ini menjadi salah satu wujud dukungan konkret terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional 2026 yang dicanangkan pemerintah.
Kegiatan panen ini di lahan pertanian seluas satu hektare yang terletak di Dusun Joho Kelurahan Pancuranmas. Lahan dikelola langsung oleh Bumdes Pancuranmas Jaya sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat sektor pertanian desa. Dalam panen perdana ini, sekitar 5 ton padi berhasil dipanen. Dari jumlah tersebut, 90 persen gabah dinyatakan dalam kondisi baik dan siap untuk diproses lebih lanjut, menunjukkan keberhasilan budidaya padi di wilayah tersebut.
Ketua Bumdes Pancuranmas Jaya, Mohammad Farohan, mengatakan bahwa program budidaya padi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Pengelolaan lahan pertanian oleh Bumdes tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa, ” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen ini adalah hasil dari perencanaan matang, mulai dari aspek teknis pertanian, ketepatan waktu tanam, hingga pemanfaatan lahan yang maksimal. Keberhasilan ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi padi di masa mendatang, sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Secang tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan.
Panen perdana ini dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, antara lain Camat Secang Drs. Sri Tanto SPT, MSi, Dandim 0705/Magelang yang diwakili Danramil 05/Secang Kapten Arm Sutikno.SH, Kpolsek Secang yang diwakili Brigadir Eko Yulianto, Kepala Desa Pancuranmas Yuni Puji Istiono, SE, Koordinator Penyuluhan Sutrisno, PPL Secang Paramita, Poktan, Gapoktan dan warga desa Pancuranmas.
Panen padi tahap pertama ini menjadi tonggak penting bagi Desa Pancuranmas dalam mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi desa-desa lain di wilayah Magelang khususnya Keamatan Secang untuk mengoptimalkan potensi pertanian mereka.
Tidak hanya itu, program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lahan oleh Bumdes mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ketahanan pangan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga tentang menciptakan kemandirian yang dapat memperkuat ekonomi lokal. Dengan dukungan yang berkesinambungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Pancuranmas berpotensi menjadi model bagi desa-desa lain dalam melaksanakan program serupa.
Dengan manajemen yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, program ini membuktikan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Redaktur : Pen0705/R05

13 hours ago
4

















































